Jumat, 09 Maret 2012

PUISI MODERN

PERANG DAN KEBENARAN

angin memecah dua paru-paruku
pedang amarahmu menancap di jantungku
dan peperangan dari tatapan mata kalian
menyobek-nyobek nadiku

langkahku di antara perang dua kekuatan yang dicipta Tuhan
aku hanyalah penonton gila
tentang perebutan kuasa

surya
sinarnya menyempitkan pandangku tentang keduanya
angin
mengikat tulang dan memeras darahku hingga tak bersisa
mendung
merabunkan mata jiwaku dalam peluk senja

kepak merpati
kurindu
langit biru
harapanku
dan malam itu
membawa kebenaran dari Tuhan

kebenaran mana yang diusung manusia?
mereka saling mengada dan meniadakan!

bisik abadi
adalah kebenaran
di jiwa
dan Tuhan pengirimnya

Langkahmu

Langkahmu tersaruk mengiba,
dimaki angin yang terpana,
merobek sunyi di pintu kelam,
peluhmu terbakar tak pernah padam.

Langkahmu meniti isi perut hampa,
esok kau sadap sisa mereka,
siapa hendak menatapmu,
mengintip pun kau harus rogoh saku.

Semakin lebar hamparan curam,
langkahmu disengat sepinya malam,
hari-hari seperti diramu,
bila teringat kau tengadah bisu.

Layang-Layang Milikku

Layang-layang milikku kumanjakan kau
Membubung di langit biru
Di alam raya bersama burung-burung yang bebas
Adakah negeri-negeri bebas yang angkuh?

Satu pesan yang kusampaikan dari bumi ini
Janganlah meninggalkan daku, kemudian kau pergi
Sebab jarak antara kita akan semakin jauh
Di kota ini aku sendiri dengan pijar nasib

Laying-layang milikku, kumanjakan kau
Membubung di langit biru
Sampaikan salam; hidup teguh di sini
Nyanyian bumi dalam wujud puisi

Ibu

Ibu adalah telaga bening
yang merelakan lembut wajahnya
buat bercermin

Ibu adalah bumi
yang menyiapkan ladang
bagi kemakmuran

Ibu adalah guru
ketika kutanya langit dan bulannya
ditunjuknya kening dan dadaku

Kamis, 08 Maret 2012

MENUNTUT ILMU

MENUNTUT ILMU KARYA : LUTFI ADI PRATAMA PAGI YANG INDAH SAAT MENTARI BARU MUNCUL WAJAHNYA DAN DISELIMUTI OLEH KABUT DI PINGGIR HAMPARAN KUNING YANG LUAS AKU MENGAYUN KERETA ANGINKU BURUNG-BURUNG BERKICAUAN BUNGA-BUNGA BERMEKARAN DAUN-DAUN BERLABAIAN MEMBERI SEMANGATKU UNTUK MENUNTUT ILMU WALAUPUN..... AIR HUJAN MEMBASAHI TUBUHKU MENTARI MEMBAKAR KULITKU KABUT MENUTUPI MATAKI ANGIN MENERPAKU AKU PUN TIDAK PEDULI AKU PUN TETAP PERGI MENUNTUT ILMU DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH DAN IKLAS DAN TAK PERNAH MENYERAH

Rabu, 29 Februari 2012

PUISI PERSAHABATAN


 SAHABAT TERCINTAKU

Oh, sahabat
Sahabat kau berikan semangat dalam hidup ini
Kau slalu ada untuk ku
Bersama dalam suka dan duka
Bersama dalam tangis dan tawa
Bersama dalam susah dan senang
Bersama melangkah seiring sejalan
Saat bersama mu
Dunia kembali ceria
Kaulah anugerah yang pernah ku miliki
Wahai sahabat ku maafkanlah
Jika ku pernah salah kepada mu
Semua itu karna perbuatan ku yang mungkin tak ku sengaja
Maafkan jika ku pernah luka’i hati mu
Sesungguhnya ku takut kehilangan mu
Ku takut akan semua itu
Ku takut kehilangan kasih sayang seorang sahabat
Ku takut kehilangan rasa persahabatan ini
Ku takut tak bisa lagi bersama mu
Maka izinkanlah aku tuk slalu ingin bersama mu